<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Masjid Ulil Albab UII</title>
	<atom:link href="http://muauii.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muauii.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jan 2009 02:20:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='muauii.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Masjid Ulil Albab UII</title>
		<link>http://muauii.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://muauii.wordpress.com/osd.xml" title="Masjid Ulil Albab UII" />
	<atom:link rel='hub' href='http://muauii.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Usia dan Perubahan</title>
		<link>http://muauii.wordpress.com/2008/12/07/usia-dan-perubahan/</link>
		<comments>http://muauii.wordpress.com/2008/12/07/usia-dan-perubahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 12:21:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femrino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muauii.wordpress.com/2008/12/07/usia-dan-perubahan/</guid>
		<description><![CDATA[07 December 1988 &#8211; 07 December 2008 HUp&#8230; tak terasa atau mungkin tak pernah aku rasakan&#8230;Usia terus berkurang. Tapi amalan Ibadah tak kunjung bertambah kualitasnya. Ilmu juga hanya sekedarnya saja. Tapi kenapa aku masih enggan untuk bangkit&#8230; memperbaiki diri&#8230;Meningkatkan kualitas ilmu..bangkit&#8230;.dan bangkit.. Padahal Usia tak pernah kembali lagi. Yang pergi akan terus pergi. yang hilang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muauii.wordpress.com&amp;blog=6150157&amp;post=58&amp;subd=muauii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/STu8w6HX24I/AAAAAAAAABo/H2C2BbZs1Bg/s1600-h/26.jpeg"><img style="float:left;width:214px;height:320px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/STu8w6HX24I/AAAAAAAAABo/H2C2BbZs1Bg/s320/26.jpeg" border="0" alt="" /></a><br />
07 December  1988 &#8211; 07 December  2008</p>
<p style="text-align:justify;">HUp&#8230; tak terasa atau mungkin tak pernah aku rasakan&#8230;Usia terus berkurang. Tapi amalan Ibadah tak kunjung bertambah kualitasnya. Ilmu juga hanya sekedarnya saja. Tapi kenapa aku masih enggan untuk bangkit&#8230; memperbaiki diri&#8230;Meningkatkan kualitas ilmu..bangkit&#8230;.dan bangkit..</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal Usia tak pernah kembali lagi. Yang pergi akan terus pergi. yang hilang tanpa pernah dikendalikan, akan mengendalikan kita. Umur akan mengejar kita&#8230;Padahal Usia adalah amanah besar dari Allah SWT. Surat al-Ashr, al-Qiyamah, an-Naba&#8217;, adh-Dhuha, al-Fajr dan masih banyak yang lainnya mengingatkan kita akan waktu. Sekali lagi ini adalah amanah&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Dan diusia yang bilangannya bertambah, tapi kuantitas terus berkurang ini,Allah SWT masih memberikan Kesempatan untukku. Walau aku adalah hamba yang sering kali lalai. Walau Terlampau banyak aku bermaksiat padaNYA. ALlah&#8230;Allah,,,,Allahummah dini Shirathal Mustaqi,,,m. Tunjukkan jalan yang lurus&#8230;Jalan Ridha-Mu. Tunjukkanlah yang benar itu benar,dan berikanlah kami kekuatan untuk melaksanakan dan membelanya.<br />
Dan tunjukkan yang salah itu salah, serta berilah kami kemampuan untuk merubah dan menjauhinya. Jangan pernah Engkau jauhkan TAUFIQ, HIDAYAH mu dari jiwa hamba&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;"><span class="fullpost"><br />
Sekali kali aku coba untuk bercermin lebih lama. Memperhatikan dengan seksama apa yang terjadi pada kita. Kita tentu akan menjumpai banyak hal. Kumis dan jenggot yang dua tahun lalu tak pernah ada, kini dengan setia menghiasi wajah kita. Jerawat juga ada, yang sepuluh tahun yang lalu tak ada. jika kita bercermin lebih sering dan lebih lama lagi, entah berapa tahun kedepan, akan kita dapati rambut mulai menipis, kulit mulaimengendur, tubuh yang mulai tambun, pipi tembam dan masih banyak lagi. Pendek kata,telah banyak yang berubah dari kita. Perhatikan juga orang di sekitar, niscaya akan kita temui hal yang sama.<br />
Ada bayi yang baru lahir, sahabat yang kini tinggal nama,kawan seasrama yang baru pindah, atau pendatang baru yang datang .</span></p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang kita arahkan pandangan kita ke lingkungan. Dari lingkungan asrama, kos, kampus, kantor, masjid, kampung, kota, hingga negara dan bahkan dunia. Niscaya perubhan itu akan kita dapati dimana-mana. Persawahan menjadi Perumahan atau pabrik,kebun jadi villa dan hotel,atau danau menjadi perhotelan dan apartemen.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti kata orang bijak:&#8221;<span style="font-style:italic;">Perubahan itu memang sesuatu yang niscaya. Satu-satunya yang tetap di dunia ini adalah Perubahan itu sendiri.</span> Suka atau tidak suka, siap atau tidak siap, kita harus berhadapan dengan perubahan itu. Jika kita siap dan cerdas menyikapi perubahan, niscaya kesuksesan akan dapat diraih.Tapi jika sebaliknya, kita tidak siap, maka pasti akan khawatir, takut, dan kemudian akan terbentur dan terpukul oleh perubahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Umat sudah berubah, Dunia berubah, Iklim berubah, Politik berubah, Ekonomi Berubah,,, semua berubah. Kini perubahan ke arah global gencar di gaungkan, bergerak dengan cepat di depan kita.Amerika yang super power dan digdaya, hancur digilas krisis dan resesi Ekonomi yang mereka ciptakan dari keserakahan mereka sendiri. Harga minyak yang enam bulan lalu begitu tinggi menjulang, membuat negara pengekspor minyak mengeruk keuntungan, kini bahkan tidak berani dengan leluasa menjual minyaknya. Harga minyak jatuh 50% karena rendahnya permintaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaannya, Bagaimana menyikapi semua perubahan itu dengan cerdas?  Jawabannya adalah pandai-pandailah mengambil <span style="font-style:italic;">i&#8217;tibar</span>. Menemukan esensi kehidupan sebagai hasil adari proses muhasabah dalam semangat Ibadah kepada Allah SWT. I&#8217;tibar pertama yang kita temukan adalah perubahan itu adalah karena kuasa Allah. Kesuksesan, kejayaan, keberhasilan,  kehancuran, kegagalan, kebinasaan adalah sunnatullah yang pasti akan terjadi. Siapa yang hidup berpegang teguh akan ajaran-NYA, hidup dalam pola sunnah yang ditetapkannya, cepat atau lambat pasti akan menemukan kejayaannya. sebaliknya jika melanggar dan mengabaikan bahkan menentang ketetapan-NYA, baik secara perlahan atau tiba-tiba, akan hancur lebur. Padahal perubahan itu cenderung mengarah ke arah kejahiliyyaan dan kesesatan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-style:italic;">&#8220;&#8230;dan demikianlah hari2 (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)&#8230;.&#8221; [Q.S. Ali Imran (3):141]</span></p>
<p style="text-align:justify;">I&#8217;tibar kedua, Allah tidak akan merubah dan mencabut nikmat-NYA, sampai kita sendiri yang mengubahnya dengan pola hidup penuh kesyirikan, kebathilan, kemunafikan, dan jauh dari ajaran Islam. Nikmat sehat akan dicabut lantaran kesehatan digunakan untuk maksiat kpada Allah, minum alkohol, begadang tanpa arti (kongkow, disko, dugem dll, makan tanpa batas, dll. Nikmat bahagia akan hilang, karena lalainya kita bersyukur atas semua nikmat yang Allah berikan kepada kita. kita lebih dekat dari kesesatan dari pada berusaha mendekati Agama ALLAh&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Pilihan ada pada kita. Tetap teguh di jalan-Nya, sehingga nikmat itu akan senantiasa bersama kita dan bertambah karena keberkahannya hingga hari akhir kelak. atau hidu <span style="font-style:italic;">mencong kanan- mencong kiri</span> menjauh dan semakin jauh dari ajaranNYa. maka Allah tak akan segan mencabut nikmat-Nya bahkan melontarkan Adzab pedih-NYa. Fa&#8217;tabaru Ya Ulil Abshar la&#8217;allakum turhamun. Panadai-pandailah bersyukur dan mengambil pelajaran Wahai orang-orang yang mempunyai visi agar kalian mendapat rahmat.</p>
<p style="text-align:justify;">hamba yang lemah tanpa Taufiq-MU</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muauii.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muauii.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muauii.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muauii.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muauii.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muauii.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muauii.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muauii.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muauii.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muauii.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muauii.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muauii.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muauii.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muauii.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muauii.wordpress.com&amp;blog=6150157&amp;post=58&amp;subd=muauii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muauii.wordpress.com/2008/12/07/usia-dan-perubahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e83cb86f2aa4eb8d5bcb676bf504b5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Femry</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/STu8w6HX24I/AAAAAAAAABo/H2C2BbZs1Bg/s320/26.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hadits Arbain &#8211; 01</title>
		<link>http://muauii.wordpress.com/2008/11/04/hadits-arbain-01/</link>
		<comments>http://muauii.wordpress.com/2008/11/04/hadits-arbain-01/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 05:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femrino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits Arbain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muauii.wordpress.com/2008/11/04/hadits-arbain-01/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu &#8216;anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muauii.wordpress.com&amp;blog=6150157&amp;post=56&amp;subd=muauii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu &#8216;anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”. </em></p>
<div style="text-align:justify;"><strong>[Diriwayatkan oleh dua orang ahli hadits yaitu Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari (orang Bukhara) dan Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi di dalam kedua kitabnya yang paling shahih di antara semua kitab hadits. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907]</strong></div>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hadits ini adalah Hadits shahih yang telah disepakati keshahihannya, ketinggian derajatnya dan didalamnya banyak mengandung manfaat. Imam Bukhari telah meriwayatkannya pada beberapa bab pada kitab shahihnya, juga Imam Muslim telah meriwayatkan hadits ini pada akhir bab Jihad.</p>
<p style="text-align:justify;">Hadits ini salah satu pokok penting ajaran islam. Imam Ahmad dan Imam Syafi’I berkata : “Hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu.” Begitu pula kata imam Baihaqi dll. Hal itu karena perbuatan manusia terdiri dari niat didalam hati, ucapan dan tindakan. Sedangkan niat merupakan salah satu dari tiga bagian itu. Diriwayatkan dari Imam Syafi’i, “Hadits ini mencakup tujuh puluh bab fiqih”, sejumlah Ulama’ mengatakan hadits ini mencakup sepertiga ajaran islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Para ulama gemar memulai karangan-karangannya dengan mengutip hadits ini. Di antara mereka yang memulai dengan hadits ini pada kitabnya adalah Imam Bukhari. Abdurrahman bin Mahdi berkata : “bagi setiap penulis buku hendaknya memulai tulisannya dengan hadits ini, untuk mengingatkan para pembacanya agar meluruskan niatnya”.</p>
<p style="text-align:justify;">Hadits ini dibanding hadits-hadits yang lain adalah hadits yang sangat terkenal, tetapi dilihat dari sumber sanadnya, hadits ini adalah hadits ahad, karena hanya diriwayatkan oleh Umar bin Khaththab dari Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam. Dari Umar hanya diriwayatkan oleh ‘Alqamah bin Abi Waqash, kemudian hanya diriwayatkan oleh Muhammad bin Ibrahim At Taimi, dan selanjutnya hanya diriwayatkan oleh Yahya bin Sa’id Al Anshari, kemudian barulah menjadi terkenal pada perawi selanjutnya. Lebih dari 200 orang rawi yang meriwayatkan dari Yahya bin Sa’id dan kebanyakan mereka adalah para Imam.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama : Kata “Innamaa” bermakna “hanya/pengecualian” , yaitu menetapkan sesuatu yang disebut dan mengingkari selain yang disebut itu. Kata “hanya” tersebut terkadang dimaksudkan sebagai pengecualian secara mutlak dan terkadang dimaksudkan sebagai pengecualian yang terbatas. Untuk membedakan antara dua pengertian ini dapat diketahui dari susunan kalimatnya.<br />
Misalnya, kalimat pada firman Allah : “Innamaa anta mundzirun” (Engkau (Muhammad) hanyalah seorang penyampai ancaman). (QS. Ar-Ra’d : 7)<br />
Kalimat ini secara sepintas menyatakan bahwa tugas Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam hanyalah menyampaikan ancaman dari Allah, tidak mempunyai tugas-tugas lain. Padahal sebenarnya beliau mempunyai banyak sekali tugas, seperti menyampaikan kabar gembira dan lain sebagainya. Begitu juga kalimat pada firman Allah : “Innamal hayatud dunyaa la’ibun walahwun” à “Kehidupan dunia itu hanyalah kesenangan dan permainan”. (QS. Muhammad : 36)<br />
Kalimat ini (wallahu a’lam) menunjukkan pembatasan berkenaan dengan akibat atau dampaknya, apabila dikaitkan dengan hakikat kehidupan dunia, maka kehidupan dapat menjadi wahana berbuat kebaikan. Dengan demikian apabila disebutkan kata “hanya” dalam suatu kalimat, hendaklah diperhatikan betul pengertian yang dimaksudkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada Hadits ini, kalimat “Segala amal hanya menurut niatnya” yang dimaksud dengan amal disini adalah semua amal yang dibenarkan syari’at, sehingga setiap amal yang dibenarkan syari’at tanpa niat maka tidak berarti apa-apa menurut agama islam. Tentang sabda Rasulullah, “semua amal itu tergantung niatnya” ada perbedaan pendapat para ulama tentang maksud kalimat tersebut. Sebagian memahami niat sebagai syarat sehingga amal tidak sah tanpa niat, sebagian yang lain memahami niat sebagai penyempurna sehingga amal itu akan sempurna apabila ada niat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua : Kalimat “Dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya” oleh Khathabi dijelaskan bahwa kalimat ini menunjukkan pengertian yang berbeda dari sebelumnya. Yaitu menegaskan sah tidaknya amal bergantung pada niatnya. Juga Syaikh Muhyidin An-Nawawi menerangkan bahwa niat menjadi syarat sahnya amal. Sehingga seseorang yang meng-qadha sholat tanpa niat maka tidak sah Sholatnya, walahu a’lam</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga : Kalimat “Dan Barang siapa berhijrah kepada Allah dan Rosul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rosul-Nya” menurut penetapan ahli bahasa Arab, bahwa kalimat syarat dan jawabnya, begitu pula mubtada’ (subyek) dan khabar (predikatnya) haruslah berbeda, sedangkan di kalimat ini sama. Karena itu kalimat syarat bermakna niat atau maksud baik secara bahasa atau syari’at, maksudnya barangsiapa berhijrah dengan niat karena Allah dan Rosul-Nya maka akan mendapat pahala dari hijrahnya kepada Allah dan Rosul-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hadits ini memang muncul karena adanya seorang lelaki yang ikut hijrah dari Makkah ke Madinah untuk mengawini perempuan bernama Ummu Qais. Dia berhijrah tidak untuk mendapatkan pahala hijrah karena itu ia dijuluki Muhajir Ummu Qais. Wallahu a’lam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muauii.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muauii.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muauii.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muauii.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muauii.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muauii.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muauii.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muauii.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muauii.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muauii.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muauii.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muauii.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muauii.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muauii.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muauii.wordpress.com&amp;blog=6150157&amp;post=56&amp;subd=muauii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muauii.wordpress.com/2008/11/04/hadits-arbain-01/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e83cb86f2aa4eb8d5bcb676bf504b5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Femry</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HADITS KE-1</title>
		<link>http://muauii.wordpress.com/2008/10/31/hadits-ke-1/</link>
		<comments>http://muauii.wordpress.com/2008/10/31/hadits-ke-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 10:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femrino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits Arbain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muauii.wordpress.com/2008/10/31/hadits-ke-1/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu &#8216;anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muauii.wordpress.com&amp;blog=6150157&amp;post=7&amp;subd=muauii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu &#8216;anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”. </em></p>
<div style="text-align:justify;"><strong>[Diriwayatkan oleh dua orang ahli hadits yaitu Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari (orang Bukhara) dan Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi di dalam kedua kitabnya yang paling shahih di antara semua kitab hadits. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907]</strong></div>
<p style="text-align:justify;">Hadits ini adalah Hadits shahih yang telah disepakati keshahihannya, ketinggian derajatnya dan didalamnya banyak mengandung manfaat. Imam Bukhari telah meriwayatkannya pada beberapa bab pada kitab shahihnya, juga Imam Muslim telah meriwayatkan hadits ini pada akhir bab Jihad.</p>
<p style="text-align:justify;">Hadits ini salah satu pokok penting ajaran islam. Imam Ahmad dan Imam Syafi’I berkata : “Hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu.” Begitu pula kata imam Baihaqi dll. Hal itu karena perbuatan manusia terdiri dari niat didalam hati, ucapan dan tindakan. Sedangkan niat merupakan salah satu dari tiga bagian itu. Diriwayatkan dari Imam Syafi’i, “Hadits ini mencakup tujuh puluh bab fiqih”, sejumlah Ulama’ mengatakan hadits ini mencakup sepertiga ajaran islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Para ulama gemar memulai karangan-karangannya dengan mengutip hadits ini. Di antara mereka yang memulai dengan hadits ini pada kitabnya adalah Imam Bukhari. Abdurrahman bin Mahdi berkata : “bagi setiap penulis buku hendaknya memulai tulisannya dengan hadits ini, untuk mengingatkan para pembacanya agar meluruskan niatnya”.</p>
<p style="text-align:justify;">Hadits ini dibanding hadits-hadits yang lain adalah hadits yang sangat terkenal, tetapi dilihat dari sumber sanadnya, hadits ini adalah hadits ahad, karena hanya diriwayatkan oleh Umar bin Khaththab dari Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam. Dari Umar hanya diriwayatkan oleh ‘Alqamah bin Abi Waqash, kemudian hanya diriwayatkan oleh Muhammad bin Ibrahim At Taimi, dan selanjutnya hanya diriwayatkan oleh Yahya bin Sa’id Al Anshari, kemudian barulah menjadi terkenal pada perawi selanjutnya. Lebih dari 200 orang rawi yang meriwayatkan dari Yahya bin Sa’id dan kebanyakan mereka adalah para Imam.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama : Kata “Innamaa” bermakna “hanya/pengecualian” , yaitu menetapkan sesuatu yang disebut dan mengingkari selain yang disebut itu. Kata “hanya” tersebut terkadang dimaksudkan sebagai pengecualian secara mutlak dan terkadang dimaksudkan sebagai pengecualian yang terbatas. Untuk membedakan antara dua pengertian ini dapat diketahui dari susunan kalimatnya.<br />
Misalnya, kalimat pada firman Allah : “Innamaa anta mundzirun” (Engkau (Muhammad) hanyalah seorang penyampai ancaman). (QS. Ar-Ra’d : 7)<br />
Kalimat ini secara sepintas menyatakan bahwa tugas Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam hanyalah menyampaikan ancaman dari Allah, tidak mempunyai tugas-tugas lain. Padahal sebenarnya beliau mempunyai banyak sekali tugas, seperti menyampaikan kabar gembira dan lain sebagainya. Begitu juga kalimat pada firman Allah : “Innamal hayatud dunyaa la’ibun walahwun” à “Kehidupan dunia itu hanyalah kesenangan dan permainan”. (QS. Muhammad : 36)<br />
Kalimat ini (wallahu a’lam) menunjukkan pembatasan berkenaan dengan akibat atau dampaknya, apabila dikaitkan dengan hakikat kehidupan dunia, maka kehidupan dapat menjadi wahana berbuat kebaikan. Dengan demikian apabila disebutkan kata “hanya” dalam suatu kalimat, hendaklah diperhatikan betul pengertian yang dimaksudkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada Hadits ini, kalimat “Segala amal hanya menurut niatnya” yang dimaksud dengan amal disini adalah semua amal yang dibenarkan syari’at, sehingga setiap amal yang dibenarkan syari’at tanpa niat maka tidak berarti apa-apa menurut agama islam. Tentang sabda Rasulullah, “semua amal itu tergantung niatnya” ada perbedaan pendapat para ulama tentang maksud kalimat tersebut. Sebagian memahami niat sebagai syarat sehingga amal tidak sah tanpa niat, sebagian yang lain memahami niat sebagai penyempurna sehingga amal itu akan sempurna apabila ada niat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua : Kalimat “Dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya” oleh Khathabi dijelaskan bahwa kalimat ini menunjukkan pengertian yang berbeda dari sebelumnya. Yaitu menegaskan sah tidaknya amal bergantung pada niatnya. Juga Syaikh Muhyidin An-Nawawi menerangkan bahwa niat menjadi syarat sahnya amal. Sehingga seseorang yang meng-qadha sholat tanpa niat maka tidak sah Sholatnya, walahu a’lam</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga : Kalimat “Dan Barang siapa berhijrah kepada Allah dan Rosul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rosul-Nya” menurut penetapan ahli bahasa Arab, bahwa kalimat syarat dan jawabnya, begitu pula mubtada’ (subyek) dan khabar (predikatnya) haruslah berbeda, sedangkan di kalimat ini sama. Karena itu kalimat syarat bermakna niat atau maksud baik secara bahasa atau syari’at, maksudnya barangsiapa berhijrah dengan niat karena Allah dan Rosul-Nya maka akan mendapat pahala dari hijrahnya kepada Allah dan Rosul-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hadits ini memang muncul karena adanya seorang lelaki yang ikut hijrah dari Makkah ke Madinah untuk mengawini perempuan bernama Ummu Qais. Dia berhijrah tidak untuk mendapatkan pahala hijrah karena itu ia dijuluki Muhajir Ummu Qais. Wallahu a’lam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muauii.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muauii.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muauii.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muauii.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muauii.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muauii.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muauii.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muauii.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muauii.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muauii.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muauii.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muauii.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muauii.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muauii.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muauii.wordpress.com&amp;blog=6150157&amp;post=7&amp;subd=muauii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muauii.wordpress.com/2008/10/31/hadits-ke-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e83cb86f2aa4eb8d5bcb676bf504b5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Femry</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jadwal Pemateri Kajian Fajar</title>
		<link>http://muauii.wordpress.com/2008/09/11/jadwal-pemateri-kajian-fajar/</link>
		<comments>http://muauii.wordpress.com/2008/09/11/jadwal-pemateri-kajian-fajar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 23:59:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femrino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muauii.wordpress.com/2008/09/11/jadwal-pemateri-kajian-fajar/</guid>
		<description><![CDATA[08-09-01 Ust. Faturrahman Kamal 08-09-02 Ust. Faturrahman Kamal 08-09-03 Ust. Faturrahman Kamal 08-09-04 Ust. Faturrahman Kamal 08-09-05 Ust. Faturrahman Kamal 08-09-06 Ust. Wahyu Jamaluddin 08-09-07 Ust. Wahyu Jamaluddin 08-09-08 Ust. Nofriadi 08-09-09 Ust. Nofriadi 08-09-10 Ust. Nofriadi 08-09-11 Ust. Supriyanto Pasir 08-09-12 Ust. Supriyanto Pasir 08-09-13 Ust. Supriyanto Pasir 08-09-14 Ust. Supriyanto Pasir 08-09-15 Ust. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muauii.wordpress.com&amp;blog=6150157&amp;post=54&amp;subd=muauii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-01    Ust. Faturrahman Kamal</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-02    Ust. Faturrahman Kamal</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-03    Ust. Faturrahman Kamal</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-04    Ust. Faturrahman Kamal</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-05    Ust. Faturrahman Kamal</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-06    Ust. Wahyu Jamaluddin</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-07    Ust. Wahyu Jamaluddin</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-08    Ust. Nofriadi</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-09    Ust. Nofriadi</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-10    Ust. Nofriadi</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-11    Ust. Supriyanto Pasir</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-12    Ust. Supriyanto Pasir</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-13    Ust. Supriyanto Pasir</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-14    Ust. Supriyanto Pasir</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-15    Ust. Supriyanto Pasir</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-16    Ust. Alfi Sahar</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-17    Ust. Alfi Sahar</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-18    Ust. Alfi Sahar</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-19    Ust. Alfi Sahar</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-20    Ust. Alfi Sahar</span></li>
</ul>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muauii.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muauii.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muauii.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muauii.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muauii.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muauii.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muauii.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muauii.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muauii.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muauii.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muauii.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muauii.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muauii.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muauii.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muauii.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muauii.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muauii.wordpress.com&amp;blog=6150157&amp;post=54&amp;subd=muauii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muauii.wordpress.com/2008/09/11/jadwal-pemateri-kajian-fajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e83cb86f2aa4eb8d5bcb676bf504b5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Femry</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jadwal Pemateri Kajian Siluet Senja</title>
		<link>http://muauii.wordpress.com/2008/09/11/jadwal-pemateri-kajian-siluet-senja/</link>
		<comments>http://muauii.wordpress.com/2008/09/11/jadwal-pemateri-kajian-siluet-senja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 23:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femrino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muauii.wordpress.com/2008/09/11/jadwal-pemateri-kajian-siluet-senja/</guid>
		<description><![CDATA[08-09-01 Ust. Ja&#8217;far Umar Thalib 08-09-02 Ust. Ja&#8217;far Umar Thalib 08-09-03 Ust. Ja&#8217;far Umar Thalib 08-09-04 Fathul Wahid, ST, M.Sc (Pengembangan dakwah melalui IT) 08-09-05 DR. H. M. Muslich, M.Ag dan Mbah Maridjan 08-09-06 Ust. Ir. H. Dwi Condro, M.Ag (Kebangkitan Ekonomi Islam) 08-09-07 Ust. Ir. H. Dwi Condro, M.Ag (Kebangkitan Ekonomi Islam) 08-09-08 Ust. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muauii.wordpress.com&amp;blog=6150157&amp;post=53&amp;subd=muauii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-01  Ust. Ja&#8217;far Umar Thalib</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-02  Ust. Ja&#8217;far Umar Thalib</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-03  Ust. Ja&#8217;far Umar Thalib</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-04  Fathul Wahid, ST, M.Sc <span style="font-style:italic;">(Pengembangan dakwah melalui IT)</span></span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-05  DR. H. M. Muslich, M.Ag dan Mbah Maridjan</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-06  Ust. Ir. H. Dwi Condro, M.Ag <span style="font-style:italic;">(Kebangkitan Ekonomi Islam)</span></span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-07  Ust. Ir. H. Dwi Condro, M.Ag <span style="font-style:italic;">(Kebangkitan Ekonomi Islam)</span></span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-08  Ust. Ir. H. Dwi Condro, M.Ag <span style="font-style:italic;">(Kebangkitan Ekonomi Islam)</span></span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-09  Ust. Ir. H. Dwi Condro, M.Ag <span style="font-style:italic;">(Kebangkitan Ekonomi Islam)</span></span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-10  Ust. Munici</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-11  (Kajian Refleksi Ramadhan KODISIA)</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-12  (Kajian Refleksi Ramadhan KODISIA)</span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-13  Dr. H. Agus Taufiqurrahman, M.Kes <span style="font-style:italic;">(Puasa dan Kesehatan)</span></span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-14  Dr. H. Agus Taufiqurrahman, M.Kes <span style="font-style:italic;">(Puasa dan Kesehatan)</span></span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-15  Dr. H. Agus Taufiqurrahman, M.Kes <span style="font-style:italic;">(Puasa dan Kesehatan)</span></span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-16  Ust. Drs. H. Syarif Z, M.Ag <span style="font-style:italic;">(Fiqh Munakahah)</span></span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-17  Ust. H.M. Sualrno, M.A <span style="font-style:italic;">(Fiqh kontemporer seputar Ramadhan)</span></span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-18  Ust. H.M. Sualrno, M.A <span style="font-style:italic;">(Fiqh kontemporer seputar Ramadhan)</span></span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-19  Ust. H.M. Sualrno, M.A <span style="font-style:italic;">(Fiqh kontemporer seputar Ramadhan)</span></span></li>
<li><span style="font-family:arial;">08-09-20  Ust. H.M. Sualrno, M.A <span style="font-style:italic;">(Fiqh kontemporer seputar Ramadhan)</span></span></li>
</ul>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muauii.wordpress.com/53/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muauii.wordpress.com/53/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muauii.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muauii.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muauii.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muauii.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muauii.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muauii.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muauii.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muauii.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muauii.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muauii.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muauii.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muauii.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muauii.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muauii.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muauii.wordpress.com&amp;blog=6150157&amp;post=53&amp;subd=muauii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muauii.wordpress.com/2008/09/11/jadwal-pemateri-kajian-siluet-senja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e83cb86f2aa4eb8d5bcb676bf504b5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Femry</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sifat dan Cara Puasa Nabi (bagian 6)</title>
		<link>http://muauii.wordpress.com/2008/09/07/sifat-dan-cara-puasa-nabi-bagian-6/</link>
		<comments>http://muauii.wordpress.com/2008/09/07/sifat-dan-cara-puasa-nabi-bagian-6/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 03:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femrino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muauii.wordpress.com/2008/09/07/sifat-dan-cara-puasa-nabi-bagian-6/</guid>
		<description><![CDATA[20. I’tikafa. MaknanyaMakna dari I’tikaf adalah menempati sesuatu, maka dikatakan bagi orang yang berdiam dimasjid dan beribadah didalamnya :Mu’taqifun dan akifun. b. DisyariatkannyaDisunnahkan I’tikaf itu dilakukan dibulan Ramadhan dan pada hari-hari bulan lainnya. Disebutkan dalam hadits bahwa Nabi beri’tikaf pada 10 hari terakhir pada bulan syawwal (Hadits riwayat Bukhari 4/226 Muslim 1173).Dan bahwasanya Umar berkata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muauii.wordpress.com&amp;blog=6150157&amp;post=52&amp;subd=muauii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;font-family:verdana;"><span style="font-size:85%;">20. </span><span style="font-weight:bold;font-size:85%;">I’tikaf</span><span style="font-size:85%;"><br />a. </span><span style="font-weight:bold;font-size:85%;">Maknanya</span><span style="font-size:85%;"><br />Makna dari I’tikaf adalah menempati sesuatu, maka dikatakan bagi orang yang berdiam dimasjid dan beribadah didalamnya :Mu’taqifun dan akifun.</p>
<p>b. </span><span style="font-weight:bold;font-size:85%;">Disyariatkannya</span><span style="font-size:85%;"><br />Disunnahkan I’tikaf itu dilakukan dibulan Ramadhan dan pada hari-hari bulan lainnya. Disebutkan dalam hadits </span><span style="font-style:italic;font-size:85%;">bahwa Nabi beri’tikaf pada 10 hari terakhir pada bulan syawwal </span><span style="font-size:85%;">(Hadits riwayat Bukhari 4/226 Muslim 1173).<br />Dan bahwasanya Umar berkata kepada Nabi :<br /></span><span style="font-style:italic;font-size:85%;">Wahai Rasulullah sesungguhnya aku bernadzar pada masa jahiliyyah untuk ber’tikaf satu malam di Masjidil Haram? Rasulullah menjawab :Tunaikan nadzarmu (beri’tikaflah satu malam)</span><span style="font-size:85%;">. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Dan I’tikaf yang paling utama adalah dibulan Ramadhan berdasarkan hadits Abu Hurairah :<br /></span><span style="font-style:italic;font-size:85%;">Adalah Rasulullah beri’tikaf pada 10 hari setiap bulan Ramadhan dan tatkala tahun dimana beliau wafat, Nabi beri’tikaf 20 hari.</span><span style="font-size:85%;"> (Hadits riwayat Bukhari)</p>
<p>Dan paling utamanya adalah pada bulan Ramadhan karena Rasulullah :<br /></span><span style="font-style:italic;font-size:85%;">Adalah beliau beri’tikaf pada 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan hingga Allah mewafatkannya”</span><span style="font-size:85%;">. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)</p>
<p>c. </span><span style="font-weight:bold;font-size:85%;">Syarat-syaratnya</span><span style="font-size:85%;"><br />Tidak disyariatkan kecuali dilakukan didalam masjid-masjid. Berdasarkan firman Allah :<br /></span><span style="font-style:italic;font-size:85%;">(tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri`tikaf dalam masjid.</span><span style="font-size:85%;"> (Al Baqarah : 187)</p>
<p></span><span style="font-size:85%;">Dan bukanlah masjid-masjid yang dimaksudkan disini masjid secara umum, dan sungguh disebutkan penyebutan secara khusus dalam hadits Rasulullah , yaitu sabda beliau :<br /><span style="font-style:italic;">Tidak ada I’tikaf kecuali dalam tiga masjid (Yaitu masjidil haram, masjid Nabawi, dan masjidil Aqsha).</span> (Hadits shahih, para ulam adan imam telah menshahihkannya, lihat kitab Al Insof fi Ahkaamil ‘itikaf)</p>
<p>d. <span style="font-weight:bold;">Apa yang diperbolehkan bagi orang yang beri’tikaf</span><br />Diperbolehkan bagi orang yang beri’tikaf keluar (dari masjid) untuk menunaikan hajatnya, Aisyah berkata :<br /><span style="font-style:italic;">Adalah Rasulullah mengeluarkan kepala beliau sedangkan beliau (beri’tikaf) dalam masjid (dan saya berada dalam kamarku) lalu aku sisir rambut beliau (dalam riwayat lainnya : aku cuci kepala beliau) dan (antara aku dan beliau ada daun pintu) dan (saya dalam keadaan haid) dan adalah beliau tidak masuk dalam rumah kecuali untuk suatu kebutuhan (manusia) jika beliau beri’tikaf.</span> (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Diperbolehkan bagi orang yang beri’tikaf dan selainnya untuk berwudhu dalam masjid berdasarkan perkataan seorang lelaki pelayan Rasulullah :<br /><span style="font-style:italic;">Rasulullah berwudhu dalam masjid dengan wudhu yang ringan. </span>(Hadits riwayat Ahmad)<br />Diperbolehkan bagi orang yang beri’tikaf untuk menjadikan kemah di belakang Masjid.<br />Diperbolehkan bagi orang yang beri’tikaf untuk meletakkan karpet atau kasurnya dalam masjid.</p>
<p>e. <span style="font-weight:bold;">I’tikafnya perempuan dan kunjungannya kepada suaminya</span><br />Diperbolehkan bagi wanita untuk mengunjungi suaminya pada waktu suaminya beri’tikaf, dan hendaknya suaminya mengantarkannya hingga pintu masjid.</p>
<p>Diperbolehkan bagi wanita untuk beri’tikaf di masjid bersama suaminya, atau sendirian berdasarkan perkataan Aisyah :<br /><span style="font-style:italic;">Adalah Rasulullah beri’tikaf sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan hingga Allah mewafatkannya, lalu beri’tikaf istri-istri beliau sesudah beliau wafat.</span> (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Berkata Syaikhuna (Guru kami, yaitu Syaikh Al Albani rahimahullah)  alam hadits tersebut terdapat dalil bolehnya wanita beri’tikaf.<br />Dan tentunya hal ini dengan ketentuan dengan izin wali mereka, aman dari fitnah, tidak bercampur dengan laki-laki, (hal ini) berdasarkan banyak dalil, dan kaidah fikih : Menolak kerusakan didahulukan daripada mengambil manfaat.</p>
<p>21. <span style="font-weight:bold;">Shalat Tarawih</span><br />a. <span style="font-weight:bold;">Disyariatkannya</span><br /><span style="font-style:italic;">Shalat tarawih </span><span style="font-weight:bold;font-style:italic;">disyariatkan secara berjamaah</span><span style="font-style:italic;"> berdasarkan hadits Aisyah :</span><br /><span style="font-style:italic;">Bahwasanya Rasulullah keluar pada larut malam dan shalat di masjid, dan beberapa orang lelaki ikut makmum shalat beliau, maka pada pagi harinya orang-orang membicarakan kejadian malam itu, lalu berkumpullah orang-orang dengan jumlah yang lebih banyak (pada malam berikutnya),</span><br /><span style="font-style:italic;">lalu Rasulullah shalat dan mereka shalat bersama Rasulullah, maka pada pagi harinya orang-orang membicarakannya, hingga bertambah banyaklah manusia pada hari ketiganya, maka Rasulullah keluar dan orang-orangpun ikut shalat.</span><br /><span style="font-style:italic;">Maka tatkala malam yang keempat masjid tidak mampu menampung jamaah shalat, hingga Rasulullah keluar untuk shalat subuh, maka tatkala beliau selesai menunaikan shalat subuh beliau menghadap manusia dan bertsyahhud (mengucapkan shahadat) lalu berkata :</span><br /><span style="font-style:italic;">Sesungguhnya tempat kalian tidak aku takuti, akan tetapi yang aku takuti adalah shalat (malam pada bulan Ramadhan) diwajibkan atas kalian lalu kalia lemah untuk mengamalkannya.</span><br /><span style="font-style:italic;">Dan Rasulullah wafat sedang perkaranya dalam keadaan yang demikian itu. </span>(Hadits riwayat Bukhari)</p>
<p>Maka tatkala beliau wafat, dan hilanglah ketakutan (diwajibkannya shalat malam pada bulan Ramadhan), tetaplah disariatkannya shalat malam pada bulan Ramadhan secara berjama’ah karena hilangnya alasan (karena takut diwajibkan), karena alasan itu ada bersamaan dengan perkara yang dialaskan.</p>
<p>Lalu menghidupkan sunnah shalat malam secara berjamaah ini khalifaf Umar bin Khattab, sebagaimana diberitahukan oleh Abdurrahman bin Abdul Khoriy ia berkata :<br /><span style="font-style:italic;">Aku keluar bersama Umar bin Khattab pada suatu malam dibulan Ramadhan ke Masjid.</span><br /><span style="font-style:italic;">Maka disana manusia terbagi-bagi, (ada) seorang lelaki shalat sendirian, dan ada seorang lelaki shalat dan sekelompok orang menjadi makmumnya.</span><br /><span style="font-style:italic;">Maka berkatalah Umar :Sesungguhnya ku berpendapat untuk mengumpulkan mereka dibawah satu Imam, tentulah lebih serupa, lalu Umar berketapan kemudian mengumpulkan mereka dengan di imami Ubai bin Ka’ab.</span><br /><span style="font-style:italic;">Lalu pada malam lainnya aku keluar bersama Umar bin khattab, dan manusia shalat di imami oleh satu orang.</span><br /><span style="font-style:italic;">Berkatalah Umar :</span><br /><span style="font-style:italic;">Sebaik-baik bid’ah adalah ini, dan orang yang tidur darinya adalah lebih utama dari mereka yang mendirikan shalat saat ini, dan adalah manusia melaksanakan shalat pada awal malamnya. </span>(Hadits riwayat Bukhari)</p>
<p>b. <span style="font-weight:bold;">Jumlah rakaatnya</span><br />Jumlah bilangan shalat tarawih diperselisihkan oleh manusia, dan pendapat yang tepat/sesuai dengan petunjuk Nabi adalah 8 rakaat selain witir.<br />Berdasarkan hadits Aisyah :<br /><span style="font-style:italic;">Rasulullah tidak pernah menambah jumlah shalat malam pada bulan Ramadhan atau bulan lainnya melebihi 11 rakaat.</span> (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Dan hadits yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah sesuai dengan hadist yang diriwayatkan Aisyah, (diamana) ia menyebutkan :<br /><span style="font-style:italic;">Bahwa Nabi tatkala menghidupkan malam bulan Ramadhan beliau shalat 8 rakaat dan berwitir. </span>(Dikeluarkan Ibnu Hibban, Tabrani,dan Ibnu nasr)</p>
<p>22. <span style="font-weight:bold;">Zakat fitri</span><br />a. <span style="font-weight:bold;">Hukumnya</span><br />Zakat fitri hukumnya wajib berdasarkan hadits riwayat Ibnu Umar (semoga Allah meridhainya dan meridhai ayah beliau) ;<br /><span style="font-style:italic;">Rasulullah mewajibkan zakat fitri. </span>(Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)</p>
<p>b. <span style="font-weight:bold;">Bagi siapa zakat fitri diwajibkan?</span><br />Zakat fitri wajib bagi anak kecil, orang dewasa, laki-laki dan perempuan, orang merdeka, dan budak muslim.<br />Berdasarkan hadits Abdullah bin Amru :<br /><span style="font-style:italic;">Rasulullah mewajibkan zakat fitri satu sha’ dari kurma atau dari tepung atas seorang budak dan orang merdeka, laki-laki maupun perempuan, anak kecil dan orang dewasa dari kalangan kaum muslimin.</span> (hadits Bukahri dan Muslim)</p>
<p>c. <span style="font-weight:bold;">Macam-macam zakat fitri</span></p>
<p>d. <span style="font-weight:bold;">Sasaran zakat fitrah</span><br />Zakat fitri tidak diberikan kecuali kepada orang-orang yang berhak yaitu orang-oang miskin berdasarkan hadits Ibnu Abbas :<br /><span style="font-style:italic;">Rasulullah mewajibkan zakat fitrah untuk mensucikan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia, perkataan dan perbuatan keji, dan memberikan makanan kepada orang miskin.</span> (hadits riwayat Abu Daud dan Nasai)</p>
<p>Dan termasuk dari sunnah adalah adanya orang yang mengumpulkan zakat fitri.</p>
<p>Adalah dahulu Rasululah SAW mewakilkan kepada Abu Hurairah untuk mengumpulkan zakat fitri.<br />Abu Huraira berkata :<br /><span style="font-style:italic;">Rasulullah mewakilkan kepadaku untuk mengumpulkan zakat fitrah.</span> (Hadits riwayat Bukhari)<br />Adalah Ibnu Umar memberikan zakat fitrah kepada pegawai penerima zakat yang diangkat oleh Imam (Penguasa), yang demikian itu ia lakukan sehari atau dua hari sebelum idul fitri.<br />Ibnu Khuzaimah mengeluarkan hadits 4/83 dari jalan Abdul Warits dari Ayub,:Aku berkata:Kapan Ibnu Umar memberikan sha’ (zakat fitrah)?<br />Ia berkata :jika petugas zakat sudah duduk (menunggu zakat). Aku bertanya :Kapan petugas zakat duduk? Ia berkata :Sehari atau dua hari sebelum Idul Fitri.</p>
<p>e. <span style="font-weight:bold;">Waktunya</span><br />Ditunaikan sebelum keluarnya manusia dari shalat Id dan tidak diperbolehkan mengakhirkan zakat fitri (setelah shalat) atau memajukan pemberian zakat fitri kecuali sehari atau dua hari sebelumnya berdasarkan perbuatan Ibnu Umar.</p>
<p>Ibnu Khuzaimah jika diberikan setelah shalat ‘Ied maka dianggap sedekah.<br />Berdasarkan hadits :<br /><span style="font-style:italic;">barangsiapa memberikan zakat fitri sebelum shalat maka itu adalah zakat yang diterima, dan barangsiapa memberikannya sesudah shalat maka itu adalah termasuk dari sedekah. </span>(Hadits riwayat Abu Daud)</p>
<p>Maraji’:<br />Diringkas dan diterjemahkan dari kitab sifat saum nabi<br /></span></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muauii.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muauii.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muauii.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muauii.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muauii.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muauii.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muauii.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muauii.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muauii.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muauii.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muauii.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muauii.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muauii.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muauii.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muauii.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muauii.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muauii.wordpress.com&amp;blog=6150157&amp;post=52&amp;subd=muauii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muauii.wordpress.com/2008/09/07/sifat-dan-cara-puasa-nabi-bagian-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e83cb86f2aa4eb8d5bcb676bf504b5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Femry</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agenda Kegiatan Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://muauii.wordpress.com/2008/09/04/agenda-kegiatan-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://muauii.wordpress.com/2008/09/04/agenda-kegiatan-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 15:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femrino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muauii.wordpress.com/2008/09/04/agenda-kegiatan-bulan-ramadhan/</guid>
		<description><![CDATA[SAFIR MUA 1429 H Safari Iman Ramadhan Masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia KASUS (Kajian Siluet Senja) KJAR (Kajian Fajar) Seminar Ilmiah Tadarus Al-Qur&#8217;an Buka Bersama Sahur Bersama Sholat dan Ceramah Tarawih The Art of Ayat Al Qur&#8217;an Semarak I&#8217;tikaf Sholat Idul Fitri<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muauii.wordpress.com&amp;blog=6150157&amp;post=51&amp;subd=muauii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:left;font-family:verdana;"><span style="font-weight:bold;">SAFIR MUA 1429 H</span><br />
<span style="font-weight:bold;">Safari Iman Ramadhan Masjid Ulil Albab</span><br />
<span style="font-weight:bold;">Universitas Islam Indonesia </span></div>
<ul style="font-family:arial;">
<li>KASUS (Kajian Siluet Senja)</li>
<li>KJAR (Kajian Fajar)</li>
<li>Seminar Ilmiah</li>
<li>Tadarus Al-Qur&#8217;an</li>
<li>Buka Bersama</li>
<li>Sahur Bersama</li>
<li>Sholat dan Ceramah Tarawih</li>
<li>The Art of Ayat Al Qur&#8217;an</li>
<li>Semarak I&#8217;tikaf</li>
<li>Sholat Idul Fitri</li>
</ul>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muauii.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muauii.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muauii.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muauii.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muauii.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muauii.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muauii.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muauii.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muauii.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muauii.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muauii.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muauii.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muauii.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muauii.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muauii.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muauii.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muauii.wordpress.com&amp;blog=6150157&amp;post=51&amp;subd=muauii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muauii.wordpress.com/2008/09/04/agenda-kegiatan-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e83cb86f2aa4eb8d5bcb676bf504b5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Femry</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jadual Penceramah Tarawih</title>
		<link>http://muauii.wordpress.com/2008/09/04/jadual-penceramah-tarawih/</link>
		<comments>http://muauii.wordpress.com/2008/09/04/jadual-penceramah-tarawih/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 15:52:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femrino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muauii.wordpress.com/2008/09/04/jadual-penceramah-tarawih/</guid>
		<description><![CDATA[SAFIR MUA 1429 H Safari Iman Ramadhan Masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia 31-Agust-08 Prof. Dr. H. Edy Suandy Hamid, SH, M.Ec 01-Sep-08 Drs. H. Syafaruddin Alwi, MS. 02-Sep-08 Dr. H. M Muslich Ks. M. Ag 03-Sep-08 Prof. Dr. H. Amin Abdulloh 04-Sep-08 Ir. H. Munadhir, MS. 05-Sep-08 Ust. Ghozali Mukri, Lc. MA. 06-Sep-08 Dr. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muauii.wordpress.com&amp;blog=6150157&amp;post=50&amp;subd=muauii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight:bold;font-family:arial;">SAFIR MUA 1429 H</span><br />
<span style="font-weight:bold;font-family:arial;">Safari Iman Ramadhan Masjid Ulil Albab</span><br />
<span style="font-weight:bold;font-family:arial;">Universitas Islam Indonesia</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:arial;">31-Agust-08 Prof. Dr. H. Edy Suandy Hamid, SH, M.Ec</span></span></li>
<li><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:arial;">01-Sep-08 Drs. H. Syafaruddin Alwi, MS.</span></span></li>
<li><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:arial;">02-Sep-08 Dr. H. M Muslich Ks. M. Ag</span></span></li>
<li><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:arial;">03-Sep-08 Prof. Dr. H. Amin Abdulloh</span></span></li>
<li><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:arial;">04-Sep-08 Ir. H. Munadhir, MS.</span></span></li>
<li><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:arial;">05-Sep-08 Ust. Ghozali Mukri, Lc. MA.</span></span></li>
<li><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:arial;">06-Sep-08 Dr. Ir. H. Harsoy, M.Sc</span></span></li>
<li><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:arial;">07-Sep-08 Prof. Dr. H. Amin Abdulloh, Mis</span></span></li>
<li><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:arial;">08-Sep-08 H. Jawahir Thantowi, SH</span></span></li>
<li><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:arial;">09-Sep-08 Prof. Dr. Sarwidi M.Sc</span></span></li>
<li><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:arial;">10-Sep-08 Dr. H. Rusli Muhammad, SH</span></span></li>
<li><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:arial;">11-Sep-08 Fathul Wahid ST, M.Sc</span></span></li>
<li><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:arial;">12-Sep-08 Prof. Dr. HM. Amien Rais, MA.</span></span></li>
<li><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:arial;">13-Sep-08 Dr. Ir. H. Lutfi Hasan, MS</span></span></li>
<li><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:arial;">14-Sep-08 Prof. Dr. dr. H. Rusdi Lamsudin, M. Med</span></span></li>
<li><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:arial;">15-Sep-08 Ust. H. Ja&#8217;far Umar Thalib</span></span></li>
<li><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:arial;">16-Sep-08 Dr. H. Haedar Nasir, M. Sc</span></span></li>
<li><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:arial;">17-Sep-08 Dr. Drs. H. Dadan M. SH, M. Hum</span></span></li>
<li><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:arial;">18-Sep-08 H. Zaenal Abidin SH. SU, M. Ph </span></span></li>
<li><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:arial;">19-Sep-08 Ir. Sutarno M. Sc</span></span></li>
</ul>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muauii.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muauii.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muauii.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muauii.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muauii.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muauii.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muauii.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muauii.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muauii.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muauii.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muauii.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muauii.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muauii.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muauii.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muauii.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muauii.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muauii.wordpress.com&amp;blog=6150157&amp;post=50&amp;subd=muauii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muauii.wordpress.com/2008/09/04/jadual-penceramah-tarawih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e83cb86f2aa4eb8d5bcb676bf504b5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Femry</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jadwal Imam Tarawih Masjid Ulil Albab UII</title>
		<link>http://muauii.wordpress.com/2008/09/04/jadwal-imam-tarawih-masjid-ulil-albab-uii/</link>
		<comments>http://muauii.wordpress.com/2008/09/04/jadwal-imam-tarawih-masjid-ulil-albab-uii/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 15:49:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femrino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muauii.wordpress.com/2008/09/04/jadwal-imam-tarawih-masjid-ulil-albab-uii/</guid>
		<description><![CDATA[SAFIR MUA 1429 HSafari Iman Ramadhan Masjid Ulil AlbabUniversitas Islam Indonesia Ahad 31-Agust-08 Ust. Nurul Hakki MS Senin 1-Sep-08 Ust. Cecep Sa&#8217;bana Rahmatillah S.Si Selasa 2-Sep-08 Ust. Harum Murah Marpaung, SE, MM Rabu 3-Sep-08 Ust. Cecep Sa&#8217;bana Rahmatillah S.Si Kamis 4-Sep-08 Ust. Fahrurizal Jum&#8217;at 5-Sep-08 Ust. Rudi Faslah MHZ Sabtu 6-Sep-08 Ust. Ovide Decroly, ST [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muauii.wordpress.com&amp;blog=6150157&amp;post=49&amp;subd=muauii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:left;font-family:arial;font-weight:bold;">SAFIR MUA 1429 H<br />Safari Iman Ramadhan Masjid Ulil Albab<br />Universitas Islam Indonesia</div>
<p>
<ul style="font-family:arial;">
<li>Ahad 31-Agust-08 Ust. Nurul Hakki MS</li>
<li>Senin 1-Sep-08 Ust. Cecep Sa&#8217;bana Rahmatillah S.Si</li>
<li>Selasa 2-Sep-08 Ust. Harum Murah Marpaung, SE, MM</li>
<li>Rabu 3-Sep-08 Ust. Cecep Sa&#8217;bana Rahmatillah S.Si</li>
<li>Kamis 4-Sep-08 Ust. Fahrurizal </li>
<li>Jum&#8217;at 5-Sep-08 Ust. Rudi Faslah MHZ</li>
<li>Sabtu 6-Sep-08 Ust. Ovide Decroly, ST</li>
<li>Ahad 7-Sep-08 Ust. Nurul Hakki MS</li>
<li>Senin 8-Sep-08 Ust. Fahrurizal </li>
<li>Selasa 9-Sep-08 Ust. Anang Wibowo, ST</li>
<li>Rabu 10-Sep-08 Ust. Ovide Decroly, ST</li>
<li>Kamis 11-Sep-08 Ust. Harum Murah Marpaung, SE.MM</li>
<li>Jum&#8217;at 12-Sep-08 Ust. Anang Wibowo, ST</li>
<li>Sabtu 13-Sep-08 Rahmad Ibrahim</li>
<li>Ahad 14-Sep-08 Nurul Slamet Awaluddin</li>
<li>Senin 15-Sep-08 Nur Hidayat</li>
<li>Selasa 16-Sep-08 Ust. Nurul Hakki MS</li>
<li>Rabu 17-Sep-08 Ust. Cecep Sa&#8217;bana Rahmatillah S.Si</li>
<li>Kamis 18-Sep-08 Ust. Harum Murah Marpaung, SE.MM</li>
<li>Jum&#8217;at 19-Sep-08 Ust. Fahrurizal</li>
</ul>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muauii.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muauii.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muauii.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muauii.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muauii.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muauii.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muauii.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muauii.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muauii.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muauii.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muauii.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muauii.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muauii.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muauii.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muauii.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muauii.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muauii.wordpress.com&amp;blog=6150157&amp;post=49&amp;subd=muauii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muauii.wordpress.com/2008/09/04/jadwal-imam-tarawih-masjid-ulil-albab-uii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e83cb86f2aa4eb8d5bcb676bf504b5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Femry</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sifat dan Cara Puasa Nabi (bagian 5)</title>
		<link>http://muauii.wordpress.com/2008/08/31/sifat-dan-cara-puasa-nabi-bagian-5/</link>
		<comments>http://muauii.wordpress.com/2008/08/31/sifat-dan-cara-puasa-nabi-bagian-5/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 02:58:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femrino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muauii.wordpress.com/2008/08/31/sifat-dan-cara-puasa-nabi-bagian-5/</guid>
		<description><![CDATA[15. Hal-hal yang merusakkan puasaa. Makan dan minum secara sengajaAllah berfirman :Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, ( Al Baqarah : 187) Maka dapat dipahami disini bahwa puasa itu adalah puasa dari makan dan minum, maka jika orang yang berpuasa makan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muauii.wordpress.com&amp;blog=6150157&amp;post=48&amp;subd=muauii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="font-family:arial;" align="justify">15. <span style="font-weight:bold;">Hal-hal yang merusakkan puasa</span><br />a. <span style="font-weight:bold;">Makan dan minum secara sengaja</span><br />Allah berfirman :<br /><span style="font-style:italic;">Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam,</span> ( Al Baqarah : 187)</p>
<p>Maka dapat dipahami disini bahwa puasa itu adalah puasa dari makan dan minum, maka jika orang yang berpuasa makan dan minum maka telah batal puasanya, dikhususkan disini jika dilakukan dengan sengaja, karena seorang yang berpuasa jika makan dan minum karena lupa atau salah maka tidak mengapa.</p>
<p>Rasulullah bersabda :<br /><span style="font-style:italic;">Jika seseorang lupa lalu makan dan minum maka hendaklah menyempurnakan puasanya, karena sesungguhnya Allah telah memberi makan dan minum kepadanya.</span> (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)</p>
<p>b. <span style="font-weight:bold;">Sengaja muntah</span><br />Karena barangsiapa yang muntah tidak sengaja tidak mengapa. Rasulullah bersabda :<br /><span style="font-style:italic;">Barangsiapa muntah dengan tidak disengaja maka ia tidak wajib mengganti puasanya, dan barangsiapa yang sengaja untuk memuntahkan hendaknya mengganti puasanya.</span> (Hadist riwayat Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).</p>
<p>c. <span style="font-weight:bold;">Haid dan Nifas</span><br />Jika perempuan haid atau nifas pada siang hari baik awal siang ataupun pada akhir siang (sore) maka batal puasanya dan harus mengganti dan jika ia (terus) berpuasa, maka puasanya tidak sah.</p>
<p>Rasulullah bersabda :<br /><span style="font-style:italic;">Bukankah jika perempuan haid tidak shalat dan tidak berpuasa? Mereka (wanita-wanita ) berkata :Benar lalu Nabi berkata : Itula dua kekurangan agama kaum wanita. </span>(Hadits riwayat Bukhari)</p>
<p><span>d. <span style="font-weight:bold;">Suntikan gizi</span><br />Yaitu memasukkan sebagian zat-zat gizi makanan ke usus dengan maksud memberi gizi sebagian orng yang sakit, hal ini adalah satu macam perbuatan yang membatalkan puasa karena memasukkan kedalam rongga.</p>
<p>Dan jika suntikan tidak mencapai usus dan hanya mencapai darah maka juga membatalkan puasa, karena hal ini keadaannya seperti makanan dan minuman. Dan kebanyakan orang sakit yang tidak sadar dalam jangka lama, mereka diberi zat gizi dengan perantaraan jarum ini, seperti</p>
<p>e. <span style="font-weight:bold;">Jima’ (melakukan hubungan suami istri)</span><br />Berkata Ibnul Qoyyim dalam kitab Zaadul Maad 2/60 : Al Qur’an menunjukkan bahwa jima’ membatalkan puasa seperti makan dan minum, (hal ini) tidak diketahui adanya perselisihan padanya.</p>
<p>Dan dalil hal ini dari Al Qur’an :<br /><span style="font-style:italic;">Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu. </span>(Al Baqarah : 187)</p>
<p>Maka dalam ayat diatas Allah memberri izin untuk mencampuri istri-istri, maka dipahami dari sini bahwa puasa itu adalah puasa dari jima’ ,makan dan minum. Maka barangsiapa merusakkan puasanya dengan dengan jima’ maka wajib baginya mengganti puasanya dan kaffaarah (menebus tebusan). Dalil dari hal ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ia berkata :<br /><span style="font-style:italic;">Datang seorang lelaki lalu berkata :Wahai Rasulullah, aku telah binasa.</span><br /><span style="font-style:italic;">Nabi bertanya :Apa yang membinasakanmu?Ia menjawab : Aku telah menyetubuhi istriku (disaat puasa) pada bulan Ramadhan.</span><br /><span style="font-style:italic;">Nabi berkata : Apakah kamu mampu membebaskan budak (untuk kaffarahnya)? Ia pun menjawab : Tidak.</span><br /><span style="font-style:italic;">Lalu Nabi bertanya lagi :Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan berturut-turut? ia berkata: Tidak mampu.</span><br /><span style="font-style:italic;">Maka Nabi bertanya lagi :Apakah kamu mampu untuk memberi makan 60 orang miskin? ia menjawab : tidak.</span><br /><span style="font-style:italic;">Rasulullah berkata : Duduklah! maka duduklah ia. Lalu didatangkan kepada Nabi tempat didalamnya ada kurma.</span><br /><span style="font-style:italic;">Nabi berkata : Bersedakahlah dengannya! ia pun menjawab : Tidak ada diantara kampung kami yang lebih fakir dari kami.</span><br /><span style="font-style:italic;">Abu Hurairah berkata :Maka Nabi pun tertawa hingga nampak gigi beliau. Nabi berkata :Ambillah ini dan berilah makan keluargamu!.</span> (Hadits riwayat Bukhari, Muslim, Tirmidzi dll)</p>
<p>16. <span style="font-weight:bold;">Mengqadha (mengganti puasa)</span><br />a. <span style="font-weight:bold;">Diperbolehkannya mengakhirkan dalam mengganti puasa Ramadhan</span><br />Ketahuilah (Semoga Allah memberi pemahaman ilmu agama pada kami dan kamu) bahwa mengqadha (mengganti) puasa Ramadhan tidak wajib dilakukan dengan segera, sesungguhnya hal ini luas dilaksanakannya, sebagaimana hadits riwayat Aisyah :<br /><span style="font-style:italic;">Adalah aku punya hutang puasa Ramadhan, tidaklah aku mampu menggantinya kecuali pada bulan sya’ban.</span> (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)</p>
<p>b. <span style="font-weight:bold;">Tidak wajib dikerjakan secara berturut-turut</span><br />Berdasarkan firman Allah :<br /><span style="font-style:italic;">Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. </span>(Al Baqarah : 185)<br />Berkata Ibnu Abbas :<br /><span style="font-style:italic;">Tidak mengapa untuk disela-selahi dalam mengganti puasa Ramadhan.</span> (Hadits riwayat Bukhari, dan Bukhari tidak menyebutkan sanadnya, dan dijelaskan sanadnya oleh Abdurrazaq, Daraqutni,dan Ibnu Abi Saibah dengan sanad shahih)</p>
<p>c. <span style="font-weight:bold;">Barangsiapa yang meninggal dan ia mempunyai nadzar berpuasa</span><br />Barangsiapa yang meninggal dan ia mempunyai puasa nadzar maka walinya mengganti puasanya, berdasarkan sabda Rasulullah :<br /><span style="font-style:italic;">Barangsiapa yang meninggal dan ia mempunyai hutang puasa maka walinya menggantikannya. </span>(Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)<br />Dan dari Ibnu Abbas ia berkata, <span style="font-style:italic;">datang seorang lelaki kepada Nabi lalu bertanya :</span> <span style="font-style:italic;">Wahai Rasulullah sesungguhnya ibuku meninggal dan ia mempunyai hutang puasa sebulan, apakah aku harus menggantikannya berpuasa?</span><br /><span style="font-style:italic;">Nabi menjawab :ya, hutang kepada Allah lebih berhak untuk dibayar. </span>(Hadits Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Hadits-hadits diatas adalah hadits-hadits umum yang menjelaskan disyariatkannya berpuasa wali mengganti puasanya mayit segala macam puasa. Dan sebagian pengikut madzhab Syafii berpendapat seperti ini dan juga Ibnu Hazm 7/2,8). Hanya saja hadits-hadits ini adalah hadits-hadits yang memberikan penjelasan secara umum, maka janganlah seorang wali mengganti puasa mayit kecuali puasa nadzar, dan pendapat inilah yan dipegang Imam Ahmad sebagaimana tersebut dalam kitab Masailul Imam Ahmad riwayat Abu Daud hal 96 ia berkata : saya mendengar Ahmad bin Hambal berkata :Tidaklah mayit diganti puasanya kecuali puasa nadzar, berkata Abu Daud : aku bertanya kepada Ahmad : Adapun bulan Ramadhan? beliau berkata:memberi makanan (sebagai ganti hutang puasanya).</p>
<p>d. <span style="font-weight:bold;">Memberi makan</span><br />Dan barangsiapa yang meninggal dan ia mempunyai hutang puasa nadzar dan digantikan oleh beberapa orang lelaki untuk mengganti puasanya mayit maka diperbolehkan,<br />berkata Al Hasan Al Basri :Jika mengganti puasa mayit itu 30 orang lelaki dan setiap orang berpuasa satu hari maka diperbolehkan. (Bukhari)</p>
<p>Adapun memberi makan jika wali mayit mengumpulkan orang-orang miskin sejumlah hari hutang puasa mayit dan mengenyangkan mereka maka diperbolehkan. Demikianlah yang dilakukan Anas bin Malik.</p>
<p>17. <span style="font-weight:bold;">Kaffarah (tebusan karena melakukan pelanggaran)</span><br />a. <span style="font-weight:bold;">Kaffarah karena jima, secara berurutan</span><br />Kaffarah seorang yang melanggar puasa karena jima (pada siang hari bulan Ramadhan) adalah : membebaskan budak, jika tidak terdapat budak maka puasa dua bulan berturut-turut, jika tidak mampu maka memberi makan 60 orang miskin.<br />b. <span style="font-weight:bold;">Orang yang lemah gugur kaffarahnya</span><br />c. <span style="font-weight:bold;">Wanita tidak wajib melaksanakan kaffarah</span><br />Kaffarah tidak wajib bagi perempuan, karena Nabi diberitahu tentang perbuatan yang terjadi antara seorang lelaki dan perempuan, dan beliau tidak mewajibkan kecuali satu kaffarah saja (yaitu kepada laki-laki).<br />Dalil (a,b,c) terdapat dalam pembahasan No 15 bagian E, hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah</p>
<p>18. <span style="font-weight:bold;">Fidyah</span><br />Wanita yang hamil dan menyusui jika khawatir akan diri atau anak mereka, tidak (perlu) berpuasa dan (hendaknya) memberi makan seorang miskin setiap hari,<br />dan dalil dari hal ini adalah firman Allah :<br /><span style="font-style:italic;">Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.</span> (Al Baqarah : 184)</p>
<p>Dan ayat diatas dikhususkan kepada Orang yang sudah lanjut usia, perempuan yang lemah, orang yang sakit yang tidak bisa diharapkan kesembuhannya, wanita hamil,dan wanita menyusui yang khawatir atas (keselamatan) diri mereka dan jiwa anak mereka.</p>
<p>Dari malik, dari Nafi’ bahwasanya Ibnu Umar ditanya tentang seorang perempuan yang hamil jika takut (akan keselamatan) anaknya, maka Ibnu Umar berkata :<br />Ia tidak berpuasa dan memberi makan seorang miskin tiap hari dengan satu mud biji gandum. (Dikeluarkan oleh Baihaqi dengan sanad shahih)<br />Dan Daraqutni (1/207) meriwaytkan dari Ibnu Umar dan ia menshahihkannya, bahwa Ibnu Umar berkata :<br />Wanita hamil dan Wanita yang menyusui tidak berpuasa dan tidak mengganti puasa.</p>
<p>Dan diriwayatkan Daraqutni (juga) dari jalan yang lain :<br />Bahwa istri Ibnu Umar bertanya kepada Ibnu Umar dan ia dalam keadaan hamil, maka Ibnu Umar berkata : “Makanlah (tidak usah puasa) dan berimakanlah fakir miskin setiap hari dan janganlah mengganti puasanya.</p>
<p>19. <span style="font-weight:bold;">Lailatul Qadr</span><br />a. <span style="font-weight:bold;">Keutamaanya</span><br />Allah berfirman :<br /><span style="font-style:italic;">Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. </span>(Al Qadr :1-5)</p>
<p>b. <span style="font-weight:bold;">Waktunya</span><br />Paling benarnya pendapat lailatul qadr adalah pada tanggal ganjil 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan, yang menunjukkan hal ini adalah hadits Aisyah, Ia berkata :<br />Adalah Rasulullah beri’tikaf pada 10 terakhir pada bulan Ramadhan dan berkata :Selidikilah malam lailatul qadr pada tanggal ganjil 10 terakhir bulan Ramadhan.</p>
<p>c. <span style="font-weight:bold;">Bagaimana seorang muslim menyelidiki lailatul qadr</span><br />Rasulullah bersabda :<br /><span style="font-style:italic;">Barangsiapa berdiri melakukan shalat malam pada malam lailatul qadr karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.</span> (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Dan disunnahkan berdoa pada malam lailatul qadr dan memperbanyaknya, disebutkan hadits dari Aisyah ia berkata : <span style="font-style:italic;">Aku berkata : Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatku jika aku mengetahui suatu malam itu malam lailatul qadr, apa yang aku katakana ?</span><br /><span style="font-style:italic;">Nabi bersabda :Katakanlah : Ya Allah sesungguhnya engkau adalah Pemaaf dan menyukai permohonan maaf maka maafkanlah aku ya Allah. (Hadits riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah)</span><br /><span style="font-style:italic;">Dari Aisyah ia berkata : “Adalah Rasulullah jika memasuki 10 hari terakhir menjauhi istri-istri beliau untuk beribadah, dan menghidupkan malamnya, serta membangunkan keluarganya. </span>(Hadits riwayat Bukhari).</p>
<p>d. <span style="font-weight:bold;">Tanda-tandanya</span><br />Dari Ibnu Abbas ia berkata, Nabi r bersabda :<br /><span style="font-style:italic;">Malam lailatul qadr adalah malam yang halus, berseri-seri, tidak panas, dan tidak pula dingin, pada pagi harinya matahari besinar lemah kemerah-merahan.</span> (Hadits riwayat Thayalosi dan Ibnu Khuzaimah)<br /></span></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muauii.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muauii.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muauii.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muauii.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muauii.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muauii.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muauii.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muauii.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muauii.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muauii.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muauii.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muauii.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muauii.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muauii.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muauii.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muauii.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muauii.wordpress.com&amp;blog=6150157&amp;post=48&amp;subd=muauii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muauii.wordpress.com/2008/08/31/sifat-dan-cara-puasa-nabi-bagian-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e83cb86f2aa4eb8d5bcb676bf504b5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Femry</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
